“Gajah-gajah kowe tak
kandani jah,
Mripat koyok laron,
siung loro, kuping gede..
Katik nganggo tlaleng
Buntut cilek, tansah
kopat kapit.
Sikil koyok blumbung,
mung mlakumu
Megal megol....”
Masih terngiang-ngiang lagu ini
dinyanyikan oleh beliau... Hmmm... yaaaa... Aku yang waktu itu masih
kanak-kanak membuat aku hanya tertawa saja mendengar lagu ini...Karena beliau
menyanyikannya dengan nada yang lucu.. Itulah yang membuatku selalu tersenyum
dan tertawa mendengar lagu ini. Padahal artinya pun aku tak tahu... Yang aku
tahu hanya kata gajah yang megal-megol.... Hahaha... Hanya itu, yang membuatku
membayangkan gajah yang badannya besar jalannya megal-megol. Tentu lucu untukku
yang masih kanak-kanak... Beliau sering menyanyikannya... Dan ketika adikku kanak-kanak
juga... Lagu yang lucu.... Tapi aku tak mengerti.... Yang kutahu hanya gajah
yang badannya besar jalannya megal megol... Ya... Beliau yang memang asli Jawa
dan memilih menetap di tanah Bangka karena beristrikan wanita cantik asli
Bangka. Ya.... Ayah dan Emak...:)
Dan tentunya kami ketiga anaknya
sukses mendalami bahasa Bangka dari bahasa Jawa... Ya... Itu pula yang menjadi
alasan mengapa aku tak mengerti arti lagu itu... Tapi, lagi-lagi yang aku tahu
hanya gajah yang badannya besar yang jalannya megal-megol...
Alhamdulillah ya Allah... masih
tersimpan kenangan itu walau kini Beliau telah tiada... Ya Ayah.... Kenangan
itu masih tersimpan rapi... Kau selalu menyanyikannya dengan caramu yang
khas... Untuk membuat anak-anakmu tersenyum riang...
Ya ayah..... Kenangan itu masih
tersimpan rapi...
Satu lagi hal yang patut
disyukuri... Bahwa Allah masih menganugerahkan ingatan yang segar untuk masa
kecilku.... Alhamdulillah ya Allah... Syukron ya Allah...
Walau kini Ayah telah kembali
padaMU...
Semoga Ayah diberikan tempat yang
terbaik di sisi Allah...aamiin....
Sungailiat,
29 November 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar