Senin, 29 April 2013

Dengan Menikah...


Dengan menikah...
Sesungguhnya kita telah menggenapkan setengah dien...

Dengan menikah...
Sesungguhnya jalan menuju syurga semakin dipermudah...

Dengan menikah...
Sesungguhnya Allah akan melimpahkan rezekiNYA...

Dengan menikah...
Sesungguhnya kita mencintai seseorang yang halal...

Dengan menikah...
Sesungguhnya silahturahim ditegakkan karena menyatunya dua keluarga besar...

Dengan menikah...
Sesungguhnya ketenangan cinta dan kasih sayang akan mudah diraih...

Karena menikah adalah perintah Allah...
Karena menikah adalah sunnah Rasulullah...
Karena menikah adalah ibadah...
Karena menikah itu bahagia...
So, Jangan takut untuk menikah...

Allah berfirman:
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.(Terj. QS. An Nur : 32)


^_^


#Mohon maaf jika ada kesalahan

Selasa, 23 April 2013

Hanya Sebuah Renungan


Kadang sibuk menilai orang lain...
Sampai lupa untuk menilai diri sendiri...
Bagaimana mau naik tingkat, sedang diri sendiri pun tak pernah dinilai...
Ya... Terlalu sibuk mencari robek baju orang, robek baju sendiri tak disadari...
Bagaimana mau memperbaiki baju yang robek, sedang tak menyadari bajunya sendiri robek...
Terus saja mencari kesalahan orang, kesalahan diri sendiri tak pernah dikoreksi...
Ingin orang lain berubah ke arah yang lebih baik, sedang diri sendiri tak pernah mencontohkan perilaku yang baik...
#Renungan

Senin, 22 April 2013

Jilbab sama dengan Wajib....^_^


Assalamu’alaikum...

Ketika kita ingin dihargai.
Mulailah dengan menghargai diri sendiri.
Bagaimana orang akan menghargai kita?
Jika kita sendiri pun tak menghargai diri sendiri.

Membahas sedikit tentang kewajiban mengenakan jilbab.
Perintah menggunakan jilbab telah ada dalam Al Qur’an dalam surah An-Nur ayat 31 dan surah Al Ahzab ayat 59.
Di awal surah An-Nur  telah ditegaskan bahwa Surah An-Nur adalah salah satu surat yang diturunkan yang di dalamnya terdapat kewajiban-kewajiban yang WAJIB dilakukan.
Allah berfirman :

“(Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya.”(Q.S. An-Nur:01) 

Salah satunya kewajiban mengenakan jilbab,  Allah berfirman:

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, ataubudak-budak yang nereka miliki, atau pelayan laki-laki yang tidakmempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Q.S. An Nur:31)

Di awal surat Al Ahzab pun telah ditegaskan,
Allah berfirman :

“Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan bertakwalah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara.”(Q.S. Al Ahzab : 1-3)

Dan kewajiban mengenakan jilbab tertuang dalam surah Al Ahzab ayat 59, Allah berfirman :

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al Ahzab :59)

  
Jadi kesimpulannya, pada awal surah An- Nur dan surah Al Ahzab telah ditegaskan bahwa, didalam surat tersebut isinya banyak tentang perintah-perintah yang wajib dilakukan. Wajib, kudu, mesti, harus, dan lain sebagainya. Dan jika tidak dilaksanakan, maka akan menambah catatan dosa kita.
Dari duduk di Sekolah Dasar kita telah mempelajari pengertian dari wajib, sunnah, makruh, mubah,dan haram. Nah pengertian wajib itu sendiri di dalam Islam adalah...
Wajib : Jika melaksanakan mendapat pahala dan jika meninggalkan mendapat dosa.
Ketika seorang wanita yang telah baligh ditanyakan mengapa gak pake jilbab, banyak sekali alasannya, belum siap lah, jilbabin hati dulu, nanti sulit dapat pekerjaan, nanti jadi cupu, gak keren lagi. Dan alasan-alasan lain untuk membenarkan tidak mengenakan jilbab. Saat kita telah menggunakan jilbab, setidaknya kita telah mengurangi 1 dosa, insyaAllah. Ketika ada perempuan yang belum berjilbab terus mengatakan seperti ini,
“Ih, kamu tuh, percuma aja pakai jilbab tapi masih suka ngatain orang”.
Jika mengalami seperti ini, jangan marah. Ini menjadi pelajaran buat kita. Jangan lantas dibilang seperti ini, besoknya udah gak pake jilbab lagi. Setidaknya kita lebih menang 1 point dari wanita yang mengatakan tadi karena dia belum berjilbab. Untuk selanjutnya, belajar memperbaiki diri. Bukankah, terus dan terus memperbaiki diri itu harus tetap dilakukan tanpa alasan apapun kecuali sudah menghembuskan nafas terakhir???
So, tetap semangat!!!
Saya pun dulu begitu. Pertama kali menggunakan jilbab pun, saya belum tahu kalau jilbab itu wajib. Tapi karena modal nekat. Ya nekat saja. Bismillah. Dan lama-lama ketika sudah mengetahui bahwa jilbab itu wajib, nah... harus meluruskan niat. Yupsss, semua ada prosesnya. Gak langsung jleb!! Jd Power Ranger.........hehehe
Hidayah itu harus dijemput. Bukan ditunggu saja tanpa melakukan apa-apa.
Dan ketika hidayah itu datang, jangan menutup hati atau pura-pura tidak tahu. Bukakanlah pintu selebar-lebarnya, atau perlu jemput jika ia baru mencapai gerbang.
Intinya bukan masalah Bisa atau Tidak Bisa. Tapi Mau atau Tidak Mau.
Teman, untuk awalnya mengenakan jilbab memang gerah. Tapi gerah mana?
Panas di dunia? Atau Panas Api neraka?
Lama-lama juga akan terbiasa. Kan ada yang bilang, Ala Bisa karena Biasa.

Semoga kita selalu dan selalu memperbaiki diri demi mencapai Ridho Illahi...
Aamiin...^_^

Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan dan ada point yang salah dalam penyampaian ini. Karena sesungguhnya kebenaran hanya milik Allah, dan kesalahan datang dari diri saya sendiri...

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Keep Smile....:)