Assalamu’alaikum...
Ketika
kita ingin dihargai.
Mulailah
dengan menghargai diri sendiri.
Bagaimana
orang akan menghargai kita?
Jika
kita sendiri pun tak menghargai diri sendiri.
Membahas
sedikit tentang kewajiban mengenakan jilbab.
Perintah
menggunakan jilbab telah ada dalam Al Qur’an dalam surah An-Nur ayat 31 dan
surah Al Ahzab ayat 59.
Di
awal surah An-Nur telah ditegaskan bahwa
Surah An-Nur adalah salah satu surat yang diturunkan yang di dalamnya terdapat
kewajiban-kewajiban yang WAJIB dilakukan.
Allah
berfirman :
“(Ini
adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan
hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang
jelas, agar kamu selalu mengingatinya.”(Q.S. An-Nur:01)
Salah
satunya kewajiban mengenakan jilbab, Allah berfirman:
“Katakanlah
kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan
kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang
(biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke
dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka,
atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau
putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra
saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau
wanita-wanita Islam, ataubudak-budak yang nereka miliki, atau pelayan laki-laki
yang tidakmempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum
mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar
diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian
kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Q.S. An
Nur:31)
Di
awal surat Al Ahzab pun telah ditegaskan,
Allah
berfirman :
“Hai
Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan)
orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana, dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhan
kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan
bertakwalah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara.”(Q.S. Al Ahzab
: 1-3)
Dan
kewajiban mengenakan jilbab tertuang dalam surah Al Ahzab ayat 59, Allah
berfirman :
“Hai
Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri
orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’.
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka
tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al Ahzab :59)
Jadi
kesimpulannya, pada awal surah An- Nur dan surah Al Ahzab telah ditegaskan
bahwa, didalam surat tersebut isinya banyak tentang perintah-perintah yang
wajib dilakukan. Wajib, kudu, mesti, harus, dan lain sebagainya. Dan jika tidak
dilaksanakan, maka akan menambah catatan dosa kita.
Dari
duduk di Sekolah Dasar kita telah mempelajari pengertian dari wajib, sunnah,
makruh, mubah,dan haram. Nah pengertian wajib itu sendiri di dalam Islam
adalah...
Wajib : Jika
melaksanakan mendapat pahala dan jika meninggalkan mendapat dosa.
Ketika
seorang wanita yang telah baligh ditanyakan mengapa gak pake jilbab, banyak
sekali alasannya, belum siap lah, jilbabin hati dulu, nanti sulit dapat
pekerjaan, nanti jadi cupu, gak keren lagi. Dan alasan-alasan lain untuk membenarkan
tidak mengenakan jilbab. Saat kita telah menggunakan jilbab, setidaknya kita
telah mengurangi 1 dosa, insyaAllah. Ketika ada perempuan yang belum berjilbab
terus mengatakan seperti ini,
“Ih,
kamu tuh, percuma aja pakai jilbab tapi masih suka ngatain orang”.
Jika
mengalami seperti ini, jangan marah. Ini menjadi pelajaran buat kita. Jangan
lantas dibilang seperti ini, besoknya udah gak pake jilbab lagi. Setidaknya
kita lebih menang 1 point dari wanita yang mengatakan tadi karena dia belum
berjilbab. Untuk selanjutnya, belajar memperbaiki diri. Bukankah, terus dan
terus memperbaiki diri itu harus tetap dilakukan tanpa alasan apapun kecuali
sudah menghembuskan nafas terakhir???
So,
tetap semangat!!!
Saya
pun dulu begitu. Pertama kali menggunakan jilbab pun, saya belum tahu kalau
jilbab itu wajib. Tapi karena modal nekat. Ya nekat saja. Bismillah. Dan
lama-lama ketika sudah mengetahui bahwa jilbab itu wajib, nah... harus
meluruskan niat. Yupsss, semua ada prosesnya. Gak langsung jleb!! Jd Power
Ranger.........hehehe
Hidayah
itu harus dijemput. Bukan ditunggu saja tanpa melakukan apa-apa.
Dan
ketika hidayah itu datang, jangan menutup hati atau pura-pura tidak tahu.
Bukakanlah pintu selebar-lebarnya, atau perlu jemput jika ia baru mencapai
gerbang.
Intinya
bukan masalah Bisa atau Tidak Bisa. Tapi Mau atau Tidak Mau.
Teman,
untuk awalnya mengenakan jilbab memang gerah. Tapi gerah mana?
Panas
di dunia? Atau Panas Api neraka?
Lama-lama
juga akan terbiasa. Kan ada yang bilang, Ala Bisa karena Biasa.
Semoga
kita selalu dan selalu memperbaiki diri demi mencapai Ridho Illahi...
Aamiin...^_^
Mohon
maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan dan ada point yang salah dalam
penyampaian ini. Karena sesungguhnya kebenaran hanya milik Allah, dan kesalahan
datang dari diri saya sendiri...
Wassalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh...
Keep
Smile....:)